Mencicipi Kuliner Baru nan Sehat di LASEM Sky Garden
Beberapa hari lalu saya sempat
berkunjung ke LASEM Sky Garden ini bersama kawan-kawan dari komunitas
GenPIJogja. Ketika sampai di lokasi kita bisa parkir kendaraan di basement Edu
Hostel. Lalu naik ke atas di lahan sampingnya. Menaiki tangga dan di situlah
kamu akan menemukan café rooftop dengan banyak tanaman yang ditata apik. Pot tanaman
ditata menjadi pagar atau tembok pembatas yang membuat spot ini sangat
instagramable. Selain itu, lokasi yang berada di tengah kota dengan polusi yang
lumayan tinggi diharapkan tanaman-tanaman ini dapat membantu menguranginya. Tanaman
yang ditanaman di sini antara lain daun stevia, bayam merah, seledri, pakcoy,
dll. Furniture di LASEM Sky Garden ini sangat simple dan nyaman. Sekitar 75%
furniture terbuat dari bahan bekas yang diolah kembali hingga mempunyai nilai
tambah. Angin semilir dan hiasan quote-quote yang dipajang membawa memori ke
ingatan-ingatan masa lalu dan memotivasi kehidupan. Kemacetan karena liburan
panjang saat perjalanan menuju lokasi seketika hilang.
LASEM Sky Garden menawarkan
kuliner dengan menu yang sehat. Memadukan Western
Food dari Jerman, Norway, Maroko serta Amerika dan Indonesian Food dengan pilihan rasa dari menu yang tidak umum
ditemui. Kuliner di LASEM ini juga mengakomodir kebutuhan para vegetarian.
Jadi, jika kamu seorang vegetarian maka wajib mencicipi menu yang ada di LASEM
Sky Garden ini.
Beberapa menu makanan yang kami
cicipi ada nasi goreng kemangi, nasi telang, capcay, lasagna, gulasch, dan chili
con carne pasta. Beberapa menu baru pertama kali saya coba dan enak. Seperti
Gulasch yang terdiri dari mash potato dan olahan daging. Namun, yang unik
adalah adanya wortel di masakan dagingnya. Sehat bukan? Lasagnanya pun sangat recommended. Sedangkan menu minumannya
ada kunir asem, kencur, jahe rempah, orange
juice, dan lain-lain. Harganya dimulai dari 10 ribu hingga 40 ribu rupiah.
Sangat terjangkau bukan untuk mendapatkan makanan sehat? Iya, karena di LASEM
Sky Garden ini memang tidak menggunakan MSG dan bahan pengawet atau zat aditif
dalam masakannya. Sebisa mungkin mereka menggunakan bahan-bahan alami yang
ditanam sendiri.
Tak terasa senja pun menghampiri,
langit Jogja berubah menjadi sengkala yang indah. Lampu-lampu kota mulai
dinyalakan seiring angin malam yang berhembus. Hangat karena baru di LASEM Sky
Garden saya baru pertama mencicipi minuman olahan jahe yang rasanya unik. Untuk
pertama kalinya juga saya melihat dan merasakan daun stevia yang terkenal
manisnya.
Adzan maghrib pun berkumandang,
saya pun bergegas untuk menunaikan ibadah. Tenang, walaupun lahan sempit
fasilitas LASEM Sky Garden ini didukung oleh masjid di dekatnya. Toilet juga
ada di lantai bawah sebelum kita naik ke café. So, kapan kamu mau mampir ke
sini? Jangan lupa ajak kawan yaa..





Komentar
Posting Komentar