Mencicipi Kuliner Baru nan Sehat di LASEM Sky Garden



Ketika mendengar kata Lasem, kalian pasti akan terbawa langsung ke kecamatan yang terkenal akan batiknya. Kali ini beda, Lasem yang akan saya bahas adalah sebuah singkatan dari pertanian LAhan SEMpit. Yaitu pertanian dengan memanfaatkan lahan sempit di tengah kota atau lebih dikenal dengna Urban Farming. Seperti yang ditawarkan oleh LASEM Sky Garden yang berada di Jalan Letjen Suprapto, Ngampilan, Yogyakarta. Tepatnya berada di samping Edu Hostel. Dekat dengan pusat kota Jogja yaitu 0 km, dari 0 km tinggal ke barat sampai perempatan Ngabean lalu belok kanan kira-kira 100m nanti di kiri jalan sudah terlihat ada spanduk merah bertuliskan Lasem Sky Garden.


Beberapa hari lalu saya sempat berkunjung ke LASEM Sky Garden ini bersama kawan-kawan dari komunitas GenPIJogja. Ketika sampai di lokasi kita bisa parkir kendaraan di basement Edu Hostel. Lalu naik ke atas di lahan sampingnya. Menaiki tangga dan di situlah kamu akan menemukan café rooftop dengan banyak tanaman yang ditata apik. Pot tanaman ditata menjadi pagar atau tembok pembatas yang membuat spot ini sangat instagramable. Selain itu, lokasi yang berada di tengah kota dengan polusi yang lumayan tinggi diharapkan tanaman-tanaman ini dapat membantu menguranginya. Tanaman yang ditanaman di sini antara lain daun stevia, bayam merah, seledri, pakcoy, dll. Furniture di LASEM Sky Garden ini sangat simple dan nyaman. Sekitar 75% furniture terbuat dari bahan bekas yang diolah kembali hingga mempunyai nilai tambah. Angin semilir dan hiasan quote-quote yang dipajang membawa memori ke ingatan-ingatan masa lalu dan memotivasi kehidupan. Kemacetan karena liburan panjang saat perjalanan menuju lokasi seketika hilang.


LASEM Sky Garden menawarkan kuliner dengan menu yang sehat. Memadukan Western Food dari Jerman, Norway, Maroko serta Amerika dan Indonesian Food dengan pilihan rasa dari menu yang tidak umum ditemui. Kuliner di LASEM ini juga mengakomodir kebutuhan para vegetarian. Jadi, jika kamu seorang vegetarian maka wajib mencicipi menu yang ada di LASEM Sky Garden ini. 

Beberapa menu makanan yang kami cicipi ada nasi goreng kemangi, nasi telang, capcay, lasagna, gulasch, dan chili con carne pasta. Beberapa menu baru pertama kali saya coba dan enak. Seperti Gulasch yang terdiri dari mash potato dan olahan daging. Namun, yang unik adalah adanya wortel di masakan dagingnya. Sehat bukan? Lasagnanya pun sangat recommended. Sedangkan menu minumannya ada kunir asem, kencur, jahe rempah, orange juice, dan lain-lain. Harganya dimulai dari 10 ribu hingga 40 ribu rupiah. Sangat terjangkau bukan untuk mendapatkan makanan sehat? Iya, karena di LASEM Sky Garden ini memang tidak menggunakan MSG dan bahan pengawet atau zat aditif dalam masakannya. Sebisa mungkin mereka menggunakan bahan-bahan alami yang ditanam sendiri. 




Tak terasa senja pun menghampiri, langit Jogja berubah menjadi sengkala yang indah. Lampu-lampu kota mulai dinyalakan seiring angin malam yang berhembus. Hangat karena baru di LASEM Sky Garden saya baru pertama mencicipi minuman olahan jahe yang rasanya unik. Untuk pertama kalinya juga saya melihat dan merasakan daun stevia yang terkenal manisnya. 

Adzan maghrib pun berkumandang, saya pun bergegas untuk menunaikan ibadah. Tenang, walaupun lahan sempit fasilitas LASEM Sky Garden ini didukung oleh masjid di dekatnya. Toilet juga ada di lantai bawah sebelum kita naik ke café. So, kapan kamu mau mampir ke sini? Jangan lupa ajak kawan yaa..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ROAR GAMA 4.0 Bangkitkan Kecintaan Anak Muda terhadap Gamelan dan Budayanya

Genpi Jogja Gelar Kelas Membuat Press Release di Brainspot Sleman City Hall

Maison Daruma Coffee and Roastery, Roastery Bernuansa Jepang di Jogja